Rabu, 14 November 2012

Pertanyaan - Catatan Untuk Para Pendidik

Jawaban selalu dimulai dengan pertanyaan. Pertanyaan yang benar akan menghasilkan jawaban yang benar dan pertanyaan yang bagus akan menghasilkan  sebuah jawaban yang bagus.

Dunia berkembang hingga saat ini karena manusia memiliki kemampuan bertanya. Pertanyaan timbul karena adanya sebuah masalah, dan sebuah pertanyaan akan selalu menghasilkan sebuah jawaban. Oleh karena itu pada pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan pelajaran bahasa yang lain, para pendidik harus mengembangkan dengan serius salah satu kemampuan berbahasa ini.

Di sekolah, pada umumnya kita dilatih untuk menjawab pertanyaan, kita lulus karena mampu menjawab pertanyaan, ini lumrah, tapi perlu disadari bahwa para pembelajar / murid hanya menjawab pertanyaan dan dinyatakan lulus karena mereka mampu menyelesaikan pertanyaan / soal / masalah yang memang sudah ada jawabannya dan tidak pernah ada sebuah ujian untuk membuat sebuah pertanyaan (hanya sebagian kecil di pelajaran bahasa). Pada hakekatnya sekolah hanya memberikan berbagai macam model permasalahan yang sudah ada jawabannya, sepanjang tahun mereka mempelajari jawaban dan diuji dengan pertanyaan yang jawabannya sudah dihafal. Pertanyaan yang timbul kemudian adalah : Permasalahan di dunia ini variannya begitu banyak, dan sebuah jawaban yang baku belum tentu bisa menyelesaikan sebuah masalah. Apakah metode pembelajaran dengan pola yang ada sudah mampu menghasilkan generasi yang cakap untuk menyelesaikan sebuah masalah ?


Di sini perlunya pelajaran bahasa bisa menjadi penopang dari ilmu-ilmu lain yang dipelajari di sekolah. Jika murid pada kelas bahasa diajarkan dengan seksama bagaimana membuat pertanyaan yang tepat, maka dimungkinkan untuk membuat sebuah metode baru pada ilmu-ilmu lain yang berbasis menyelesaikan sebuah masalah yang belum ada jawabannya dengan mendorong mereka membuat pertanyaan yang akhirnya bisa memunculkan jawaban untuk masalah tersebut. Pola ini akan melatih murid menjadi seorang dengan kemampuan nalar yang cukup baik. Jadi urutannya begini : Guru memunculkan sebuah masalah, masalah yang diberikan haruslah sebuah permasalahan yang terbuka, bukan 1+1 =2. Kemudian murid mulai menganalisa permasalahan tersebut, melihatnya dari berbagai sudut pandang dan teori yang mereka miliki, dan mereka harus membuat pertanyaan-pertanyaan yang mungkin untuk permasalahan tersebut. Mungkin pada saat itu permasalahan belum bisa terpecahkan, tidak apa-apa, tutup pelajaran dan guru mengumpulkan pertanyaan yang sudah dibuat, dan memberikan penilaian berdasarkan kemampuan pertanyaan yang dibuat- untuk menghasilkan sebuah solusi. Pada hari berikutnya pertanyaan-pertanyaan yang bagus dan mengarah ke solusi mulai didiskusikan untuk menghasilkan jawaban yang paling mendekati solusi yang tepat. Saya yakin, metode ini akan meningkatkan pemahaman mereka, kelas menjadi hidup, dan mereka akan terlatih untuk menjadi penganalisa dan pemecah masalah. Murid akan lebih "pede" karena metode ini tidak menghasilkan perbedaan siapa yang lebih tahu dan  lebih hafal jawaban, penilaian lebih fair dan bisa menunjukkan tingkat kemampuan berpikir mereka. Pikiran kreatif dan kritis mereka akan muncul di lingkungan seperti itu.

Perubahan jaman begitu cepat, kita harus segera berbenah untuk menghasilkan sebuah generasi yang siap untuk perubahan tersebut. Pendidikan yang dinamis lebih diperlukan di jaman ini. Jika murid dibiasakan dengan jawaban yang baku, akhirnya mereka menjadi generasi yang kaku, tidak mau berubah, dan takut untuk berubah, karena di sekolah mereka sudah terbiasa untuk takut membuat kesalahan, merubah jawaban berarti nilai berkurang atau tidak lulus. Pengetahuan baku dan kemampuan berpikir harus diseimbangkan. mereka tidak saja harus tahu, tetapi mereka harus mampu menghasilkan sesuatu dari apa diketahuinya.

Selamat mendidik.

-->

Read more »

Sabtu, 03 November 2012

Inspirational Video

"Spirit Indestructible" 



Nelly Furtado
Source : Youtube
Read more »

Rabu, 31 Oktober 2012

Panduan Memilih Kamus Bahasa Inggris

Saat ini kalau Anda pergi ke toko buku, maka Anda akan menemui begitu banyak Kamus Bahasa Inggris dari berbagai pemulis dan penerbit mulai dari harga murah sampai yang mahal. Sebagai pembelajar bahasa Inggris tentu bingung juga menentukan kamus manakah yang terbaik.

Banyak sekali kamus yang telah diterbitkan, pada umumnya tertulis KAMUS LENGKAP BAHASA INGGRIS, atau ada yang judulnya bombastis seperti Kamus Lengkap 10 milyar kata, waduh, gimana menghafal 10 milyar kata ? Jangan terjebak dengan kata LENGKAP, karena pada hakekatnya semua kamus yang dijual di pasaran adalah lengkap, artinya lengkap ada kata-kata mulai dari huruf A-Z, tidak ada kamus yang hanya memuat huruf A-G saja misalnya. Nah bagaimana memilih kamus yang sesuai dengan kebutuhan, ingat.....yang sesuai dengan kebutuhan, bukan yang baik dulu. Berikut ini beberapa saran dalam  memilih kamus :
  1. Sesuaikan dengan kebutuhan. Maksudnnya sesuaikan dengan tingkat kemahiran Anda. Jika Anda seorang pemula, dan tujuannya adalah meningkatkan jumlah kosa kata maka gunakan kamus Dwi Bahasa yaitu Inggris-Indonesia dan Indonesia -Inggris. Kamus Dwi Bahasa yang cukup baik digunakan untuk pemula yang bisa saya referensikan adalah Kamus Inggris-Indonesia yang ditulis oleh John M. Echols dan Hassan Shadily, penerbit PT. Gramedia. Di kalangan penjual buku bekas disebut dengan "Kamus pelangi". Atau kalau mau dengan budget yang lebih murah bisa juga memilih kamus Inggris-Indonesia, Indonesia-Inggris yang ditulis oleh Prof.Drs.S.Wojowasito dan Drs.Tito Wasito, penerbit HASTA. Kamus Wojowasito yang asli selalu disertai stiker biru yang ditandatangani oleh penerbit. Kamus lengkap yang lain yang cukup baik diterbitkan oleh penerbit Mizan sejak 2004 bisa menjadi pilihan dengan judul A ComprehensiveIndonesian-English Dictionary karangan Alan M.Stevens dan A.ED.Schmidgall-Tellings. 
  2. Jika Anda sudah tergolong pembelajar dengan tingkat mahir, biasanya kamus dwi bahasa tidak banyak membantu perkembangan kemampuan Bahasa Inggris Anda, ini adalah saatnya untuk beralih ke kamus eka bahasa / kamus Inggris-Inggris, di mana entry setiap kata dijelaskan dengan bahasa Inggris, sehingga pemahaman dan kedalaman makna bisa lebih baik. Di sini Anda akan menemui banyak penerbit Internasional seperti Oxford University Press, Cambridge University Press, Chambers, harper Collins, Longman, Macmillan, Merriam -Webster, Houghton Mifflin yang salahsatunya menerbitkan The American Heritage Dictionary of the English Laguage.
  3. Jika Anda termasuk seorang visual yang lebih mudah belajar dengan menggunakan gambar, tidak ada salahnya menggunakan kamus bergambar, walaupun isinya tidak selengkap kamus standar.
  4. Miliki juga kamus tesaurus (kamus sinonim) untuk meningkatkan kemampuan Anda. Yang paling umum digunakan adalah Tesaurus Oxford.
-->


Read more »

Sabtu, 27 Oktober 2012

Pelajaran 72 : Menggabungkan Dua Gagasan (3)

Pelajaran 72 masih tentang menggabungkan 2 gagasan / kalimat :

1. Penggunaan AND......................TOO dan AND SO
  • I like coffe, and Willy does too ------------> And+Subject+auxiliary+too
  • I like coffe, and so does Willy -----------> And+so+auxiliary+Subject
Perhatikan pada kata AND , TOO dan SO yang saya beri warna merah dan biru. Keduanya menggabungkan dua gagasan yaitu I like coffe - Willy likes coffe. Too digunakan sesudah auxiliary verb does, sedangkan so digunakan sebelum auxiliary does. 

Perlu diperhatikan bahwa mempelajari grammar seperti ini dengan hafalan membuat kita bisa mengerjakan ulangan / ujian Bahasa Inggris, tetapi untuk mampu menggunakan dalam percakapan adalah soal pengulangan. Jika kita sudah terlanjur grammar minded, latih patern sederhana di atas dengan mengganti Subyeknya atau mengganti verb dan object. Lakukan latihan tanpa menulis tapi dengan mengganti contoh soal di atas dengan mengucapkan. Tidak perlu proses belajar Anda dipenuhi pikiran, ini kan grammar, bukan percakapan, atau ini penting gak ya, lakukan saja dan lakukan dengan rutin, hal ini akan berguna ketika Anda mulai bercakap-cakap, otak akan memproses kecakapan Anda sesuai input yang Anda berikan.

2. Penggunaan AND .................EITHER dan AND NEITHER

Either dan Neither digunakan untuk menggabungkan dua gagasan / kalimat yang beberbentuk kalimat negatif, seperti contoh di bawah ini : 
  • Karin doesn't like coffe, and Kirana doesn't either ----------> and+subject+auxiliary+either
  • Karin doesn't like coffe, and neither does Kirana -----------> and+neither+auxiliary+subject
Neither merupakan kependekan dari NOT + EITHER, karena itu dalam penggunaan neither, auxiliary verb (dalam contoh : DOES) tidak menggunakan not lagi. 

Coba buat kalimat yang lain berdasarkan contoh di atas, tanpa menulis, ucapkan saja dan lupakan grammarnya. Akhirnya akan menjadi kalimat alamiah bagi Anda.
-->
Read more »

Senin, 15 Oktober 2012

Belajar Bahasa inggris dengan Scrabble

Scrabble 
Sumber gambar : cmcforum.com

Scrabble / permainan menyusun kata adalah sebuah permainan pendidikan yang menyenangkan. Menurut data, permainan ini mengandung kemungkinan sekitar 178.691 kata dalam Bahasa Inggris yang bisa dibentuk  dan diterima dalam permainan ini.


Scrabble bisa dimainkan 2-4 orang pemain, yang masing-masing akan menyusun huruf berdasarkan huruf-huruf yang diperolehnya dalam satu putaran. Permainan ini tidak lagi asing di Indonesia, dan bisa menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan jumlah kosa kata bagi pembelajar Bahasa Inggris. Gunakan latihan ini di sela-sela belajar formal untuk menyegarkan suasana. 

Jika para pemain masih minim kosa katanya, dalam tahap awal bisa menggunakan kamus untuk membantu menyusun kata. Atau gunakan kamus untuk menentukan apakah sebuah kata yang disusun telah benar ejaannya dan layak untuk mendapatkan score. Semakin sering berlatih dengan game ini, maka semakin banyak kosa kata yang bisa kita ketahui, dan tanpa usaha keras menghafal, kosa kata tersebut akan termemori di ingatan kita. 

Berikut ini sebuah link scrabble online yang bisa dimainkan di sela-sela bekerja atau belajar. Kunjungi : SCRABBLE


-->


Read more »

Kamis, 11 Oktober 2012

Kontribusi Generasi Alay dalam Perkembangan Bahasa Indonesia

Kali ini saya ingin sedikit bicara tentang perkembangan Bahasa Indonesia. Saya sendiri selalu berpendapat bahwa :
  1. Bahasa adalah bunyi yang diberi makna
  2. Bahasa adalah sebuah ekspresi dari pengungkapan komunikasi universal.
  3. Bahasa bukanlah bawaan genetika, melainkan sebuah ekspresi komunikasi yang terbentuk karena kondisi lingkungan.
  4. Bahasa selalu berkembang untuk memenuhi kebutuhan komunikasi dan pengungkapan makna sesuai perkembangan jaman.
Oleh karena itu Bahasa baru dan ungkapan-ungkapan baru akan selalu muncul di setiap jaman. Bahasa harus selalu berkembang karena makin banyak hal yang harus diekspresikan dalam sebuah komunikasi. Jika bahasa tidak berkembang sesuai kondisi jaman, maka akan banyak sekali permasalahan komunikasi di jaman ini dan akan datang. Manusia akan sulit untuk menyatakan sebuah pemahaman karena perkembangan bahasa tidak mengikuti perkembangan pengetahuan. Misal, sekarang ilmu Fisika telah mencapai ranah sub atomik, ranah kuantum, jika tidak ada bahasa yang dikembangkan untuk menerangkan seluk beluk tentang hal ini, maka sulit pemahaman kuantum bisa menjadi sebuah pemahaman massal.

Kompeksitas abad ini juga memerlukan perkembangan bahasa yang baru, karena kompleksitas kegiatan-kegiatan yang memerlukan kecepatan, memerlukan bahasa yang efisien, tidak memakan waktu dan minim kesalahpahaman. Ilmuwan Bahasa perlu memperlakukan Bahasa sebagai sebuah teknologi, bukan lagi sekedar ilmu Bahasa, tetapi melihatnya sebagai sebuah teknologi komunikasi yang juga harus terus diriset dan dikembangkan. 

Meskipun bukan berupa wacana, tetapi hanya berupa Brainstorming, saya kira perlu juga ilmuwan Bahasa mulai lintas batas bidang kelimuannya dengan mengikuti perkembangan Neurologi dan Neuro genesis. Karena dengan memahami cara otak bekerja, maka di masa depan akan bisa dikembangkan sebuah bahasa yang lebih efisien untuk mempercepat pemahaman manusia akan sebuah pengetahuan atau makna.

Saat ini di kalangan remaja mulai terbentuk sebuah bahasa komunikasi baru, yang tercipta karena adanya perkembangan teknologi dalam perangkat komunikasi / gadget seperti SMS, BBM, YM dsb. Kita yang lahir di era baby boomers tahun 70-an mungkin akan kebingungan kalau berSMS dengan generasi Alay ini . Sebagai contoh saya pernah terlibat SMS seperti ini :

Saya : Retno (bukan nama sebenarnya), tolong nanti kalau saya dicari sama Pak Derry, kamu SMS saya ya.
Retno : Ea Pak, Q nti mz 

Lihat, ada kata baru EA, Q, nti, dan mz ! Ea = iya Q= aku, nti = nanti, dan mz = SMS hahahaha.....
Luar biasa.....ini adalah abad messenger, komunikasi dilakukan melalui messenger, dan generasi ini begitu ahli mengetik dalam kecepatan tinggi, nah ketika kebutuhan akan kecepatan tinggi ini muncul, maka terciptalah cara berbahasa yang baru. Dan keliatannya bukan cuma masalah kecepatan, tapi kebutuhan berkespresi juga memunculkan sebuah bahasa baru, kalo yang ini modelnya, bukan menyingkat, tapi melebih-lebihkan :
Kalian : Klianz
Gitu : gtw, Gitchu, Gituw
Lucu : Luthu, Uchul, Luchuw
Kemudian, kalau dulu ketawa hanya Hahahaa/ Hihihihi....maka sekarang banyak ragam seperti wkwkwkwk, kkkkkk, xixixixixixixi, buakakakakakak....dsb

Dulu di tahun 90-an, ada sebuah artikel di KOMPAS yang mengusulkan agar bahasa Indonesia tidak lagi menggunakan huruf vokal dalam penulisan, karena dengan menghilangkan huruf vokal dalam penulisan maka akan terjadi penghematan tinta besar-besaran. Jd mnls ckp sprt n .......kayaknya ide tersebut termaterialisasi di generasi alay sekarang ini :)

Apa yang dilakukan generasi alay ini bisa dianggap sebagai sebuah pekerjaan iseng atau ekspresi dari kelebihan energi mereka, tetapi bisa juga kita lihat sebagai sesuatu yang lebih serius, itulah cara sebuah bahasa terbentuk : Untuk memenuhi kebutuhan komunikasi sesuai kondisi dan perkembangan jaman. Kalau tidak ada perkembangan gadget, saya tidak yakin bahasa alay akan terbentuk. Ini adalah sebuah kontribusi untuk teknologi bahasa yang selayaknya perlu diriset oleh para ahli bahasa. 

Bahasa Indonesia juga harus dikembangkan menjadi sebuah bahasa modern yang mampu memenuhi kebutuhan pengungkapan makna, maksud, dan kehendak dalam situasi yang serba modern ini. Jika ini bisa dilakukan, bukan tidak mungkin Bahasa Indonesia akan menjadi bahasa Internasional seperti halnya Bahasa Inggris.

-->


Read more »

Senin, 08 Oktober 2012

Daftar kata serapan Bahasa Indonesia yang diambil dari Bahasa Inggris

Kata serapan adalah kata-kata yang berasal dari bahasa yang berbeda. Berikut ini contoh beberapa kata dalam Bahasa Indonesia yang diambil / diserap dari Bahasa Inggris :

  • acupuncture - akupuntur
  • aerobic - aerobik
  • aquarium - akuarium
  • ballpoint - bolpen
  • business - bisnis
  • condusive - kondusif
  • conglomerate - konglomerat
  • cursor - kursor
  • glass - gelas
  • helmet - helm
  • instinct - insting
  • juice - jus
  • meditation - meditasi
Ada beberapa kata juga yang diserap tanpa merubah bentuk / diserap secara utuh : 

  • domain
  • film
  • golf
  • ice cream
  • Internet
  • lift
  • markup
  • monitor
  • radio
  • radar
  • safari
  • sonar (sound navigation and ranging)
  • unit
  • video
Nah, kata-kata serapan ini  harus kita ketahui untuk menambah kosa kata Bahasa Inggris, karena lebih mudah dihafalkan dan hampir setiap hari kita temui dalam perbincangan sehari-hari. 
Daftar lengkapnya bisa dilihat di wikipedia : klik KATA SERAPAN

-->
Read more »